tuLisLah waLAu hanYA sekaTA

hari ini begitu dingin, bulan april sudah akan berakhir terganti bulan baru tetapi dinginnya angin masih terus menapaki hingga kini. mulut saya terasa kelu, menahan dingin yang ikut berselimut dalam hembusan angin. rasa hangat sang mentari selalu terhalang oleh mendung hitam, menutupi hingga tidak menyisakan sedikit jalan untuk sekedar memberi warna di tanah yang aku pijak ini.

” terkadang diam adalah jalan terbaik, tanpa sua hanya pena “

masih ingatkah perjuangan orang2 hebat dan orang2 ahli pikir brilian, imam ibnul Qayyim al-Jauziyyah atau guru beliau imam ibnu Taimiyyah. mereka adalah orang orang yang selalu berjuang dengan tinta emas. selalu berjuang menegakkan ajaran yang haq ajaran yang membawa risalah kebenaran. sungguh luar biasa perjuangan beliau. tembok berteralis besi yang mengelilingi beliau tidak mampu menahan kekuatan pena untuk menegakkan ajaran islam.  syair dari ibnu Taimiyyah Dalam syairnya yang terkenal 

Apakah yang diperbuat musuh padaku !!!!

Aku, taman dan dikebunku ada dalam dadaku

Kemanapun ku pergi, ia selalu bersamaku

dan tiada pernah tinggalkan aku.

Aku, terpenjaraku adalah khalwat

Kematianku adalah mati syahid

Terusirku dari negeriku adalah rekreasi.

beliau menjadiakan apa saja yang ada dihadapan beliau untuk berdakwah, bahkan ketika pemerintahan yang dzalim pada masa beliau menyita semua alat tulis, tinta dan kertas2 dari tangan ibnu Taimiyyah, beliau tetap menulis dengan menggunakan arang, menulis di tembok dan tetap menybarkan kepada sahabat2 beliau di luar penjara, sungguh ini adalah perjuangan yang luarbiasa diatas penjajahan berfikir dan pembatasan untuk berkreasi.

dan masihkah saya harus membatasi diriku sendiri, dan masihkah saya berfikir bahwa ini akhir asaku. dikala bibir kelu menahan dingin, dan tertutupi oleh mendungnya hari ini. ah sungguh kerdil saya, yang mudah menyerah oleh kondisi lingkungan yang sudah ada ribuan tahun yang lalu. lingkungan ini sudah begini, dan ini bukan suatu halangan. berkarya tidak harus dengan suara, berkarya tidak harus dengan kaidah teriak. menarikan jari diatas keyboard dengan menulis yang bermanfaat bagi orang lain juga merupakan sebuah perjuangan yang harus saya tanamkan dalam hati saya. semoga Allah Dzat maha Sempurna selalu menjernihkan dan menyempurnakan tulisan saya. amien. . .

 ” teruslah menari di atas tuts tuts hitam ini atMA. tanpa suara hanya kata “

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: