seBuah peLAjaRan hiDUp. . . .

beberapa hari kemarin saya menerima 2 buah email dari seorang teman yang baik banget, dari negeri seberang. salah satu email tersebut tertulis sebuah judul persahabatan di email tersebut juga disertakan sebuah file attach dengan size 568kb . dengan rasa penasaran akan isi dari email tersebut dengan segera saya pun membuka dan membaca tulisan berwarna merah jambu . . . . .  

terdiam sesaat saat saya membaca tulisan dari saudari saya itu, tulisannya cukup singkat dan mengundang sebuah pertanyaan bagi saya, berikut isinya: 

” Persahabatan bagai kepompong,..merubah ulat menjadi kupu-kupu,.. “

karena saya bukan seorang pujangga dan sastrawan, jadi saya tidak begitu mengerti maksud yang telah di tulis oleh saudari saya.. 

kemudian saya mencoba mendownload file attach yang telah di ikutsertakan dalam email tersebut. dalam email itu terdapat 2 buah file, SunFlower bkgrd.jpg dan indahnya persahabatan.ppt.

kemudian saya bertanya2 lagi dalam hati saya,kenapa file gambar sunflower hanya sebuah gambar kosong berwarna kuning muda dan terdapat bintik2 yang rata seluruh gambar??? aku semakin tidak mengerti maksud dari saudari saya tersebut tetapi dalam hati saya, saya berkeyakiknan pasti ada maksud dari gambar yang telah ia kirim kepada saya.

kemudian saya melanjutkan ke file yang kedua, sebuah file yang berexstensi .ppt dan saya yakin file tersebut ms powerpoint. dengan segera saya membacanya. . .

tanpa mengurangi isi dari file tersebut, tetapi saya hanya merubah format penulisan yang aslinya berbentuk .ppt menjadi tulisan biasa karena di teras ini tidak menyediakan menu untuk powerpoint. saya berupaya menulisnya disini sebagai pembelajaran bagi saya, dan berbagi dengan teman2 yang lain. berikut isinya


Bacalah dengan teliti, ini sangat penting!

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.  Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari.  Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata:
“Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar.”

Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.

Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali,tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka.

Untuk mengakhiri: “Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia.” (Alessandro Manzoni)

Beberapa baris untuk direnungkan…
Jika kau menerima pesan ini, ketahuilah bahwa ada orang yang bermaksud baik padamu dan bahwa dari dirimu ada juga orang yang kau kasihi. Jika kau terlalu sibuk untuk menyisihkan beberapa menit untuk meneruskan ini kepada orang lain dan berpikir: “Saya akan melakukannya beberapa hari yang akan datang”, lupakan saja, karena mungkin kau tidak akan pernah melakukannya. (Tantra ini datang dari bagian Utara India)

Berilah kepada orang lebih dari yang mereka harapkan, dan lakukan secara bijaksana.

Yakinlah pada dirimu ketika berkata: “Aku mencintaimu.”

Jika kau berkata: “Aku menyesal,” tataplah mata lawan bicaramu.

Jangan permainkan harapan orang lain. Mungkin kau bisa tersinggung, tetapi itulah satu-satunya cara untuk menjalani hidupmu.

Jangan adili orang lain, tetapi adili dirimu secara kritis.

Bicaralah pelan, tetapi cepat dalam berpikir.

Jika kau ditanya sesuatu yang tak ingin kau jawab, senyumlah, dan tanya: “Mengapa kamu mau tahu?”

Ingatlah bahwa kasih yang paling indah dan sukses yang terbesar mengandung banyak risiko.

Jika kau kalah, jangan lupakan pelajaran dibalik kekalahan itu.

Hargai dirimu. Hargai orang lain. Bertanggung jawablah atas tindakanmu.

Jangan biarkan selisih paham merusak indahnya persahabatan.

Tersenyumlah ketika menjawab tilpon, orang yang menilponmu akan mendengarnya dari suaramu.

Baca yang tersirat.

Bila kau tidak mendapatkan apa yang kau inginkan,  mungkin saja itu keberuntunganmu

 

A note of apology.

Mr. Desnoyers, Mr. Bogaerts, and Ms. Simoneau, I’m very sorry for replacing your message to Bahas Indonesia without your permission. Actually, my father send me the original file (Nagels.pps) with his translation inseparate text. The best way I can catch the message is to combine both of them. And I think many of me fellow Indonesians agrees.

Father, after ‘Lees tussen de lijnen ‘, I tried to make the Bahasa version sounds better. You are the best.
Thank you for sending me the message.

A son. 

( ” Origineel bericht van ANDRÉ DESNOYERSen,op Power Point gezet door SYLVIE SIMONEAU, vertaald uit het Frans door GUSTAAF BOGAERTS ” )

 

hanya perasaan haru yang bisa rasakan dalam hati, merasakan tangis yang mendalam karena betapa banyak dan betapa buruk yang telah saya lakukan terhadap teman2 saya. semoga Allah menganpuni dosa2 saya dan meninggikan derajat teman2 saya. . . . 

karena ini merupakan sebuah pembelajaran hidup bagi saya seorang yang hidup sebagai mahluk sosial maka saya dengan hati yang paling dalam memohon maaf yang paling dalam dari lubuk hati saya. 

“saya juga memohon maaf terhadap Mr. Desnoyers, Mr. Bogaerts, and Ms. Simoneau dan ANDRÉ DESNOYERSen karena telah menyebar tulisan anda tanpa meminta izin terlebih dahulu. saya melakukan ini karena saya tidak bisa menghubungi saudara. dan saya hanya bermaksud baik terhadap sesama yang membutuhkan pelajaran hidup seperti saya. semoga saudara sekalian memaafkan saya dan membalas kebaikan saudara2 sekalian. “

“buat saudariku a.k.a 3as, doumo sumimasen deshita, anatano meeru ga kaiteta kara. jitsuwa sa kono meeru ni imi ga takusan aru desu. dakara baku wa dareka ni wakeru hosii. hokano kokorozusu ga nanimo nai desu. moshiwake arimasen deshita.” 

“Ya Allah ampuni saya atas apa yang telah saya perbuat dimasa lalu dan tinggikan derajat orang-orang yang telah saya sakiti, cintai saya dan teman2 saya. . . . icon_beg  irhamna ya Allah”

 

1 Comment

  1. h4ruhikari said,

    April 20, 2009 at 9:06 am

    saya merasa malu pada diri saya sendiri dan malu pada teman2 semua yang saya kenal dan mengenal saya….
    saya mohon maaf atas sikap saya yang sengaja atau tidak sengaja yang telah melukai perasaan teman2 semua…
    hontouni sumimasendeshita!!!!!

    atMA v^_9 : koCHi kOSo, moSHiwake ariMAsen deSHita. kiTA haNYa manuSia Biasa saUDAraku, taK lepas dari Noda DAn dOSA, teRimaLAh mAAf ku yaN9 tuluS Lewat unTAIan kata iNi. . . v^_9


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: